~Rindu~ Part 4

Naura segera terbangun dari mimpinya, helaan nafas cukup panjang berhembus perlahan. Seperti terlahir kembali, itulah yang ia rasakan saat itu. Mencoba mencari tahu apa makna tersurat yang mungkin telah Allah lukiskan untuk dirinya.
Apa daya dia hanyalah seorang wanita yang berusaha mencari perhatian cinta dari Sang Maha Esa. Kidung rindu melalui lantunan ayat suci menjadi penawar hatinya yang mulai gelisah. Mungkin di sudut hati terdalamnya ada penghias lain selain Allah, nan nampak elok hingga sanggup mengenyahkan kekuasaan-Nya. Sang Maha Rahim lah yang dapat mengetahui kecenderungan si pemilik hati. Sekuat tenaga ia melawan godaan itu.
Image result for muslimah bermimpi
Dan bukan hanya sekali saja mimpi-mimpi aneh ia alami, namun hitungan jemari tangan hingga berulang empat kali. Selang seminggu kepergian nenek Naura, keluarga sedang sibuk menyiapkan tujuh hari selepas meninggal dunia biasanya di kampungnya disebut dengan Yasinan dan Tahlil. Mengirim doa untuk sanak saudara, kerabat yang telah tiada. Walaupun sebagian warga ada juga yang enggan menghadirinya, namun bagi keluarga Naura mengirim doa tetap berjalan seperti biasa. Keluarga Naura saling berdebat menentukan apakah semua warga di kampung akan diundang atau hanya keluarga terdekat dari Neneknya saja.

Perdebatan itu cukup panjang, karena mereka mempunyai pendapat masing-masing.
Hembusan angin malam menambah sepoi perbincangan kala itu. Naura dengan seksama terus meperhatikannya. Tak khayal malam itu belum mendapatkan sebuah keputusan.
Rembulan bersinar terang ditemani kilauan cahaya kejora menambah apik langit malam itu.
Ayunan langkah mulai terhentak menuju ke keluar rumah menuju kediaman masing-masing dan esok adalah keputusannya.
Rona sayu terpancar dari raut muka Naura karena duka masih menyelimuti hatinya. Linangan air mata sesekali membasahi kedua pipinya jika mengingat masa-masa bersama Nenek.
Namun apadaya Naura harus mengikhlaskan semua yang telah menjadi kehendak-Nya. Melepaskan seseorang yang telah lama menghias relung hatinya memang tidak gampang. Apalagi tumbuhnya rasa kasih sayang didoninasi kecintaanya terhadap Sang Maha Pencipta.

Image result for muslimah cartoon malam hari
Bak dua orang mencintai karena Allah. Kasih sayang yang terlahir sesuai dengan aturan Allah, tak jadipun tidak membekas sakit dalam relung hati, karena yakin Allah penentu segalanya. Beda dengan dua couple pabila landasan kasih bukan karena Allah, menyimpang dari aturan Allah. Maka saat jatuhpun terasa sakit. Dekat dengan-Nya seperti ada yang menangkap di bawah ketika jatuh tak terasa sakit, malah sebaliknya merasakan nikmat kasih sayang-Nya.
Naura mulai terlelap tidur. Bunga tidur kembali menghiasi malam panjangnya kala itu.
“Nenek, Naura melihat neneknya duduk terdiam di kursi yang biasa ditempati sewaktu hidup.
Naura mulai mendekati Neneknya sembari mendengarkan apa yang dikatakan oleh sang Nenek.
“Naura, kalau di doakan aku seneng.” Ujar Neneknya.
“Oh..iya Nek,” Jawab Naura tak berucap banyak.
“Apalagi kalo yang ngedoain orang banyak, lebih seneng.”Imbuh Neneknya lagi.
“Doanya gimana Nek?” Naura bertanya.
“ Ya Yassin kayak biasanya.” Jawab Neneknya.
“Baik Nek.”Naura segera pamit pergi sambil mencium tangan neneknya.
Keesokan harinya Naura terbangun, masih menyisakan mimpi tadi malam. Dalam hatinya, apa gara-gara aku kefikiran Nenek terus jadi kebawa mimpi gini ya. Tapi, kenapa Nenek seperti memberi isyarat atas perdebatan tadi malam. Ya Allah apa arti semua ini ? Hanya Engkaulah Penguasa Langit dan Bumi berserta isinya. Naura tak bisa memendamnya sendiri, kemudian ia ceritakan kepada Ibu dan budhenya.

Alhasil semua juga menyimpulkan hal yang demikian bahwa Nenek Naura sepertinya ingin didoakan banyak orang. Maka keputusan terakhir semua warga kampung beserta saudara-saudara Nenek akan dipanggil untuk mendoakan Yasin dan Tahlil.
Tak disangka terkadang memang sebuah mimpi yang memberikan isyarat seolah menyampaikan pesan tersendiri di dalamnya.

Keluarga dan warga sekitar berbondong menuju ke kediaman Nenek Naura untuk menghandiri doa bersama itu. Kebetulan ayah Naura yang dulunya lulusan pondok tradisional di salah satu kota gudheg memang mahir dalam melantunkan Kallam Illahi dan biasanya memimpin Yasinan di kampung atau daerah sekitar jika ada yang memanggil. Nah kebetulan sekali malam itu ayah Naura sebagai pemimpin doa bersama Yasin dan Tahlil. 

Suasana kekhusukan mengiringi lantunan doa bersama, keluarga berharap doa tersebut sebagai pemberat di terimanya amal dan ibadah Nenek Naura di sisi Allah. Memang manusia hanya bisa berusaha dan Allah jualah penentu segalanya. Kita berbuat demikian Allahlah yang berkehendak. Mengenai doa Yasin atau Tahlil beberapa orang memang ada yang tak sependapat dengan adanya moment doa bersama yang demikian. Namun, disisi lain masih banyak juga umat muslim yang menerapkannya. Mendoakan sesama muslim memang dianjurkan dalam agama Islam. Apalagi doa anak untuk orang tuanya yang sudah meninggal dunia.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Sejak mimpi itulah setiap hari Naura selalu menyempatkan waktu membacakan Yasin untuk nenek, kakek, saudara, kerabat yang telah dipanggil Allah terlebih dahulu.
Inilah tanda cinta kasih Naura untuk nenek tercinta, berharap doanya selalu didengar Allah dan kelak mempertemukannya kembali dengan sang Nenek di keabadian.

Ada sesuatu yang tak bisa diterima oleh logika, tapi dengan iman kita harus terima. Doa kita untuk orang yang sudah meninggal dunia In Shaa Allah akan sampai.
                                                                                                            -Ayu-

         

Komentar

Postingan populer dari blog ini

‘Hijab’ ~Perjalanan Hijrah Menemukan-Mu ~

Bring out the Beauty Inside