‘Hijab’ ~Perjalanan Hijrah Menemukan-Mu ~

Di Balik Hijab Ada Pesona Cantiknya Muslimah Ada pada Kesederhanaannya.

Assalamu’alaikum sahabat fillah? Bagaimana kabar hari ini? Semoga senantiasa dalam keadaan sehat dan selalu dalam naungan Allah. Tetap semangat dalam kebaikan dan bergegas mewujudkan impian mulia. Sudah bagun pagi rutinkah sahabat fillah ? Yang setelah shubuh nggak tidur lagi, salut banget deh. Hmm tadi pagi nampaknya aku salut ketika melihat sahabat yang sudah bangun pagi-pagi sekali untuk memulai aktivitas dengan penuh semangat. Aku liatnya seneng kalau sahabat semangat dengan rasa syukur melimpah ketika menyambut pagi nan cerah dengan udara segar di temani sisa-sisa embun menghiasi dedaunan. Sungguh indah bukan, karunia Allah. Rasulullah SAW juga mendoakan umatnya di pagi hari, yaitu Allahumma baarik li ummatti fi bukuurihaa. Yang artinya, ya Allah berkahilah umatku di pagi harinya. Itulah doa Nabi kita untuk siapa sahabat? Tentunya untuk kita yang sanggup bangun pagi shubuh dan ngga tidur lagi atau males-malesan. Ayok sahabat saling berlomba memulai activity positif dipagi hari biar masuk daftar umat yang didoakan Rasulullah. Aamiin Aamiin ya Allah. Semoga ya shabatku semua kita saling mendoakan agar diberikan keistiqomahan rutin bangun pagi.
        Oke deh langsung saja sahabat kali ini aku akan menceritakan kisah perjalanan hijrahku. Tulisan ini sebenarnya udah lama aku ketik sahabat, karena dulu pernah ada event kemuslimahan di kampus untuk membuat artikel dengan tema pengalaman berhijab dan dilombakan, tapi aku terlambat postingnya hehe…yaudah sekarang aku posting di sini aja ya sahabat…Back to tema sahabat…
Hijab?? Sahabat pasti nggak asing dengan kata ini ya ? Iya, kan lagi ngetrend ya kata-kata ‘Hijab’ ini dikalangan anak muda maupun dewasa yang sedang dalam perbaikan diri. Tidak ada kata terlambat dalam memulai suatu perubahan.
Sampai suatu ketika ada kajian rutin di kampusku yang diadakan oleh kerohanian islam muslimah dengan tema Ayo berhijab? Aku nampaknya tertarik dan kemudian ikut deh,di sana dijelaskan bahwa perintah berhijab itu wajib bagi perempuan, seperti ibadah shalat dan berpuasa. Dijelaskan pula bagi perempuan yang tidak mengenakan hijab siksaan di neraka menunggu dan jika ia masih berstatus anak, maka ayahnya selangkah menghantarkan ke neraka, apabila sudah menikah akan menghantarkan suaminya ke neraka. Wah serem juga ya, disitu aku mulai berfikir sedikit demi sedikit. Menelaah pemaparan yang disampaikan oleh Ustadzah, namanya siapa ya aku lupa hehe. Cara berpakaianpun diatur jelas di dalam Al-Qur’an. An-Nur (31):”Dan hendaklah mereka mengulurkan kain kerudung ke dadanya.”dan Al-Ahzab (59) :”Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”.Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Yang berhijab belum tentu hatinya baik tapi yang hatinya baik pasti berhijab.(Quote:UkhtiSally)
Saat aku masih berada pada masa jahiliyahku. Ku melihat wanita muslimah mengenakan hijab besar dengan penutup kain di mukanya, aku berfikir sampai kayak gitu banget, apa dia ikut aliran macam-macam ya, kayak ninja aja pakek tutup-tutup muka segala, yah benakku sempat terbesit demikian. Pun ketika melihat khimar panjangnya menjulur panjang aku menyangka kerudung sampai besar gitu ngapain juga ya, apa engga gerah bikin ribet aja deh. Pakai pakaian gombor-gombor gitu. Saat itulah aku belum faham tentang agamaku sendiri. Islam memerintahkan apa untuk perempuan? Aku tak tahu itu. Ibu tak mengajariku karena beliau juga belum berhijab. Minta doanya sahabat semoga ibuku disegerakan untuk berhijab. Ayah berulang kali menyuruhku pakai hijab ketika sekolah, di rumah, ataupun keluar rumah, tapi aku selalu menggubrisnya. Mungkin ayah sudah kesal menasehatiku. Hehe… Lingkungan tempat tinggalku tak banyak juga yang keluar rumah pakai hijab masih banyak juga yang tak berhijab, mungkin kalo ada acara tertentu baru berhijab, setelah itu buka lagi. 
Tetapi perlahan aku mulai sadar akan serangkaian peristiwa yang menimpaku. Peristiwa yang membuatku perlahan mendekati-Nya diantaranya, menemukan buah jambu berlafadz Allah, jujur aku dari awal biasa saja tapi setelah aku fikir-fikir, Subhanallah ini adalah pertanda dari-Mu ya Rabb, ada berkah makna tersirat dari buah jambu itu sahabat bisa ambil hikmahnya. Hatiku bergeming Allah itu Ada. 
Allahhu Akbar! Kemana aja saya, baru menemukan-Mu. Ada lagi sederet peristiwa seperti, saya terselamatkan dari maut ya bisa dibilang ini keajaiban, dan dalam mimpi saya pernah bertemu kerabat yang telah meninggal dunia dan seakan dia mengajak saya, ajakan pertama saya tolak, kemudian mengajak lagi dengan paksaan, nah yang kedua ini saya bilang nanti saja saya akan susul, ya tau-tau saya telah sampai di pinggir sungai besar dengan pohon-pohon rindang dikanan-kirinya. Ini terjadi saat bulan Ramadhan beberapa tahun silam. Setelah bangun saya kaget bukan main, saya kemudian berkata dalam hati ya Allah saya masih banyak banget dosa, kalau besok tiba-tiba beneran saya Engkau ambil, amalan apa yang bisa menolongku di sisi-Mu. Hatiku mulai berkecamuk saat itu.
Mulailah kuberanikan diri mengikuti kajian di kampus walau mahkota ini belum terlindungi. Ku cari tahu sana-sini pada muslimah yang sudah lebih faham tentang Islam. Aku sisihkan uang jajan untuk membeli buku-buku islami. Mulai kubaca satu persatu, kupahami betul setiap babnya. Ku aktifkan malamku untuk bermunajat dengan-Nya. Tetes air mata mulai berlinang menemani doa minta ampunku. Ku buka kembali surat cinta dari-Nya yang lama kusimpan rapi di pojok deret buku-bukuku. Kuusap lagi Kallam-Nya yang mulai dipenuhi debu. Bergetar tangan dan mulut ini lama tak menyentuh dan melantunkannya. Mulai kubaca dan kuresapi kandungan makna di dalamnya. Hatikupun mulai tenang ada secerca harapan untuk segera mendekati-Nya. Cara berpakaian muslimahpun ternyata sudah diatur dalam Islam, tertuang jelas dalam kandungan Al-Qur’an agar tak menimbulkan fitnah dan untuk menjaga kehormatan diri. Allah sangat menjaga wanita muslim.
Awalnya aku ragu untuk mengambil buku From Jilbab to Akhirat. Tapi kuberanikan diri untuk membelinya, mulai kubaca banyak pengalaman shalehah dalam perjuangan memulai berhijabnya. Di situ saya juga berfikir, ya Allah ini sama seperti yang kualami. Memang tak mudah merubah cover depan yang semula belum terbuka menjadi terbungkus. Nampak jelas, karena ini menyangkut langsung padangan di hadapan manusia. Biarlah anggapan manusia, yang paling penting adalah mencari perhatian di hadapan Allah. Tetapi, aku tak sendiri banyak sahabat-sahabatku yang berjuang dari awal dan dia bisa menjadi inspirasi saya saat itu. Kenapa aku tak menyegerakanya. Memang awal mula masih kefikiran pakek hijab koq dobel-dobel, bikin ribet aja dan kerudung pakek kain tebel apa enggak gerah ya, fikirku dulu. 
Alhamdulillah sekarang bisa kurasakan sendiri betapa nikmatnya menumpuk jilbab agar tak menerawang, menggati jilbab dengan bahan tebal, menjulurkannya hingga menutup dada dan mengecek bagian belakangnya apakah aman sampai belakang. Memakai khimar pertama kali, Subhanallah diri ini terasa terlindungi. Mengganti celana jeans ketat dengan rok. Melonggarkan pakaian. Ya Allah ternyata apa yang dahulu aku sepelekan aku anggap remeh ternyata sekarang aku kenakan, sungguh aku tak habis fikir dan Bismillah kukenakan untuk mencari Ridha Allah. Ternyata aku dulu pernah bilang sama murrabiku betapa ‘adem’ lihat mbak pakai hijab itu. Aku kapan ya bisa seperti mbak? Grmingku dulu. Dan ternyata betul rasanya tenang pakai hijab seperti ada yang melindungi, jadi mau berbuat yang ‘aneh-aneh’pun malu ya memang betul janji Allah.
Hijab adalah pelindung wanita muslimah dari gangguan laki-laki non mahram yang tak baik dan sebagai pengendali hawa nafsu kita. Terkadang sudah berhijab saja masih digangguin, waktu dulu jilbab belum menutup dada, masih pakek celana jeans banyak lelaki memandang dengan tak enak dan rasanya rishi juga, di suit2 ditatap tajam aduh…langsung kaburrrr….
Namun setelah mengenakan hijab, Alhamdulillah tak ada lagi gangguan ya masih ada juga sih paling cuma sapaan salam, ya aku jawab lirih kecil salamnya, lalu segera lari seperti ketakutan. Jujur aku sangat malu ketika melewati barisan banyak pria di depan kampusku dulu. Karena kampusku mayoritas didominasi oleh kaum adam. Aku kalo jalan dari parkiran nunduk aja, sampai-sampai temenku bilang, mau jalan atau cari koin yang jatuh di bawah? Aduh, apa engga tahu ya banyak cowok berjajar di depan, memandangi gitu, rishi deh jadinya. Astagfirullah…Dengan berhijab dapat mencegah pula dari perbuatan tercela dan secara otomatis pasti kita berfikir mau ngelakuin hal yang di larang sama apa yang kita kenakan.
Ditambah lagi keyakinanku saat mengikuti kajian kemuslimahan yang diadakan oleh Shalihah Akademi Istri dan ibunda Shalihah, di sana ada juga acara tukar jilbab lamamu yang belum syar’i ke syar’i.  Ustadzahnya pakek cadar dan semua tim pengurus pengajian itu memakai cadar pula. MasyaAllah saya takjub melihat ukhti sholihah masih muda-muda sudah bercadar. Dalam hatiku, aku kapan ya Allah? Saat penukaran jilbab, saya terima hijab dari ukhti pengurus itu sambil berkata” Istiqomah ya ukh !!” Terima kasih ukh, Inshaa Allah, Aamiin-Aamiin…bertambah lagi tekadku. Bersyukurlah jika sahabat muslimah sudah diajarkan berhijab dari kecil dan di ajarkan untuk mengenal Islam dari kecil oleh Ummi kalian. 
Tetapi, aku belum sepenuhnya tenang karena ibuku belum berhijab sampai sekarang dear. Berulang kali aku sudah mengajaknya untuk mengenakan hijab yah tapi belum mau juga. Meronta hati ini dan aku hanya bisa berdoa, selalu kuselipkan pinta pada Allah agar ibu segera diberi hidayah dan segera berhijab, dan Allah memberi keistiqomahan dan kemudahan bagiku juga dalam berhijab. Aamiin mohon doanya dear…
Keagungan-Mu memang nyata, Ampunan dan Rahmat-Mu memang pasti. Aku malu, kenapa baru mengenal-Mu sekarang. Allahhu Akbar ! Kecintaan Allah terhadap hambanya sangat luar biasa. Akan merugi jika kehilangan Allah lagi. Astagfirullah, kemarin ke mana saja dirimu Ayu??…Padahal uluran tangan-Mu selalu ada ketika aku mengacuhkan-Mu, pintaku selalu Engkau kabulkan ketika perintah-Mu ku abaikan. Malunya diri ini dihadapan-Mu. Ya Rabb…Ini aku ya Allah hamba-Mu yang penuh dosa, ampuni aku ya Allah.
Ku putuskan berhijab bukan karena aku sudah menjadi baik, ataupun sholehah. Tapi ini adalah cara bagiku untuk menjadi muslimah taat yang baik dan sholehah. Masih terus belajar, memperbaiki diri, dan memantaskan diri. Diri ini hanyalah wanita biasa yang masih banyak kesalahan dan khilaf.
Dan saat ini mungkin banyak orang mengartikan hijab hanya penutup fisik saja. Ini anggapan yang kurang tepat. Tetap semangat dear, teruntuk diri saya pribadi. Bahwa hijab bukan untuk menarik simpati, tetapi untuk menjaga diri dari niat tertarik atau memikat yang tidak baik. Sebagai simbol bahwa diri kita adalah seorang muslimah dan pelindung diri dari niatan buruk lelaki penggoda di luaran sana. Sambil meluruskan kembali niatan berhijab dear, Bismillah niatkan karena Allah mencari Ridha Allah semata.
"Dan barang siapa yang berhijrah di jalan Allah niscahya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS.An-Nisa :100)
Engkau saudariku muslimah, semoga kita selalu diberi keistiqomahan dalam berhijab dan tingkah laku kita. Tetap semangat berhijab ya dear. Tak mudah mempertahankannya ketika berada di zaman sekarang yang identic dengan budaya barat dan akhir zaman. Dengan berhijab bukan hanya sekedar penutup aurat, hijab akan memperbaiki akhlaq kita seiring waktu. Doakan saya ya dear semoga hijab selalu kita kenakan sampai akhir hayat kita kembali kepada Sang Illahi Rabbi… JYukk sama-sama berproses dan berprogres dear. 
Yang belum berhijab semoga Allah segera membuka pintu hati sahabat dan lebih baik kita memulainya sekarang dear. Karena berhijab bukan menunggu saat kita sudah baik tapi saat kita sudah baliq. Dibalik hijab ada pesona, cantiknya muslimah ada pada kesederhanaannya. J 
Sekali lagi saya kutip dari tausiyah Ustadzah Okky “Hijab adalah bukti cinta kepada Allah, memakai hijab adalah bukti malu kepada Allah, memakai hijab adalah bukti bagi orang-orang yang senantiasa menuju kearah Allah. Hijab adalah pakaian wanita-wanita muslimah yang ingin menjaga kemuliaan dirinya dengan kebersahajaannya. Hijab adalah kesederhanaan, dia bukan penghias, dia pelindung diri kita untuk menjadi wanita-wanita mulia, wanita-wanita penghuni surga In shaa Allah.”
"Berhijrah membutuhkan pengorbanan. Itu pasti. Pengorbanan yang harus kita lakukan demi mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar, yakni cinta-Nya yang kelak mengantar kita memasuki janah al-ma'wa"petikan buku "Ku Cinta Kau dan DIA" (page :31).

Sekian kisahku kali ini, semoga bermanfaat bagi shalehah semua, teruntuk diri saya pribadi J Afwan bila terdapat banyak silap.
Terima kasih telah meluangkan waktu membaca postinganku ini.
Jazakumullahu khairan katsiran J
-AYU-


Komentar

  1. MashaAllah💕doakan saya juga ukh semoga istiqistiqomah😞

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Aamiin Semoga ukhti selalu dalam lindungan Allah dan istiqomah dalam kebaikan.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

~Rindu~ Part 4

Bring out the Beauty Inside