Bring out the Beauty Inside
Bring
out the Beauty Inside
(Teh Pepew)
Jika kita melihat
standar dunia, cantik itu relatif, putih, langsing, tinggi, hidung mancung, dan
lainnya. Kita harus cek kembali, apakah standar cantic itu sudah benar? Di luar
negeri, cantik itu bukan perempuan yang berkulit putih, justru dikatakan cantik
apanila berkulit hitam.
Jadi standar cantic
versi dunia itu bukanlah standar “Hakiki"
atau bukan pula standar “Dari Allah”. Standar cantik“Relatif” lama kelamaan seiring berjalannya waktu akan gugur. Tetapi, kecantikan yang berstandar dari Allah akan abadi selamanya.
Kita sebagai wanita harus memahami betul kenapa Allah menciptakan kita? Mengapa wanita begitu mulia? Mengapa Allah sangat sayang kepada kita kaum hawa? Ternyata dibalik itu semua, Allah memberikan ujian bagi wanita. Wanita itu sangat mudah untuk dipuji dan menampakkan kecantikannya.
atau bukan pula standar “Dari Allah”. Standar cantik“Relatif” lama kelamaan seiring berjalannya waktu akan gugur. Tetapi, kecantikan yang berstandar dari Allah akan abadi selamanya.
Kita sebagai wanita harus memahami betul kenapa Allah menciptakan kita? Mengapa wanita begitu mulia? Mengapa Allah sangat sayang kepada kita kaum hawa? Ternyata dibalik itu semua, Allah memberikan ujian bagi wanita. Wanita itu sangat mudah untuk dipuji dan menampakkan kecantikannya.
Maka dari itu kemuliaan
seorang wanita bukan terletak pada cantik wajahnya, bagus bentuk tubuhnya,
putih kulitnya, namun terletak pada bagaimana dia tidak mudah dipuji, tidak
menampakan kecantikannya, baik tutur kata dan perangainya serta taat pada
agama.
Jika tidak ada cahaya
di dalam diri kita. Sebagus apapun casing dari luar, tetap saja tidak akan
terlihat indah. Cahaya itu apa?? Cahaya itu ada dalam kallam Allah yaitu
Al-Qur’an nurkharim. Hati kita seperti kaca, semakin banyak noda yang menempel,
cahaya akan semakin sulit untuk masuk.
Kecantikan paling jelas
/ berada pada standar yang hakiki yaitu saat diri terpaut dengan petunjuk hidupnya
yaitu Al-Qur’an.
Casing bisa jadi sama
terlihat dari luar, tetapi bisa naik kualitasnya jika isinya juga berkualitas.
Apa yang penting?
Cantik isi atau cantic bungkusnya? Dua-duanya penting, hanya bedanya :
Cantik isi itu
“Wajib” karena isi yang mebuat harga kualitas berbeda.Sedangkan bungkus itu
“Perlu”
Apa yang mau kita
banggakan? Kalau kualitas hatinya buruk?
Nah sekarang cantic
dari dalam itu yang seperti apa? Cantik dari dalam itu pabila di dalam hati
terdapat ketenangan dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Bahwa Allah Subhanau wa Ta'ala berfirman " Orang-oarang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan berdzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram." (Qur'an surah Ar-Ra'du ayat 28).
Mampu bersabar dalam menghadapi ujian dari Allah. Taat perintah Allah, berusaha menjadi sholehah dengan taat pada perintah Allah.
Mampu bersabar dalam menghadapi ujian dari Allah. Taat perintah Allah, berusaha menjadi sholehah dengan taat pada perintah Allah.
Kenapa Allah memuliakan
wanita? Karena telah dititipkan Rahim untuk melahirkan generasi-generasi baru.
Maka wanita harus membuat dirinya lebih baik sebelum melahirkan anak-anaknya.
Allah juga menyukai
keindahan. Niatkan keindahan ini untuk Allah. Untuk menjaga amanah ini.
Tips agar Nyaman dengan Al-Qur’an :
Ø Luruskan
niat
Ø Banyak
berdoa kepada Allah
Ø Adanya
Guru, cari komunitas positif, cari sahabat sholeh
Fitrah manusia itu cenderung pada kebaikan. Kalau mulai merasa ada ketidaknyamanan dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, itu tandanya hati kita terhalang oleh “Dosa”.
Maka bertaubatlah agar hati menjadi bersih kembali dan bebas dari dosa.
Tips
Menggali Potensi :
Fokus
memperbaiki ISI
Karakter
dibentuk dari kebiasaan yang dilakukan sehari-hari, terbentuk dari habbits.
Kebiasaan
terbentuk dari tindakan yang berulang-ulang.
Tindakan
terbentuk dari Mindset.
MINDSET
terbentuk/ terlahir dari input yang masuk ke dalam diri kita.
Perbaiki
isi à Perbaiki Input
informasi. Apa yang harus diinput? Yang harus diinput adalah Al-Qur’an. Maka
yang akan keluarpun juga karakter yang baik.
Rumus
mencintai Al-Qur’an “3M” :
-
Membaca
-
Mentadaburi
-
Mengamalkan
“5M”
:
1.
Membaca
2.
Menghafalkan
3.
Mentadaburi
4.
Mengamalkan
5.
Mengajarkan
Janji
Allah Siapa yang memuliakan Al-Qur’an, maka bisa jadi tabungan bagi orang tua
di akherat kelak.
Great Muslimah
Minggu, 22 Juli 2018

Komentar
Posting Komentar