Teladan Sang Proklamator “Penerima Bung Hatta Anti-Corruption Award 2015”
![]() |
| Ibu Risma dan Bapak Yoyok menerima penghargaan BHACA 2015 |
Pahlawan
dalam arti kata luas adalah sekelompok manusia yang sangat yakin atau mantap
terhadap ideologi dan mampu mengimplementasikannya untuk mencapai tujuan. Para
pahlawan berjuang tanpa pamrih, mengorbankan jiwa dan raga.Membela tanah air
Indonesia dari belenggu penjajahan hingga nyawa menjadi tanggungannya. Di era
sekarang ini dapatkah kita menemukan seorang pahlawan?Indonesia yang kaya akan
Sumber Daya Alam jika dikelola sebaik mungkin akan menghasilkan investasi luar
biasa. Sumber Daya Alam ini akan diwariskan pada generasi muda. Sekolah Anti Korupsi
menyiapkan para generasi muda Indonesia agar dapat memberi solusi terhadap
permasalahan korupsi, memilih pemimpin mana yang patut dijadikan teladan, serta
menyiapkan penerus bangsa berintegritas tinggi,adil,berkarya untuk negeri.Namun
ironisnya masih ada saja elit politik di Indonesia mengkorupsi Sumber Daya
tersebut. Korupsi sudah tak asing lagi bagi kita, uang rakyat semestinya
digunakan untuk keperluan rakyat dengan diselewengkan demi kepentingan pribadi.
Di
mana para Teladan Bung Hatta seorang tokoh anti-korupsi yang peduli dan adil
terhadap sistem pemerintahan. Untungnya masih ada pemimpin negeri ini yang
menduplikat cara kerja Bung Hatta di pemerintahan. Beliau adalah Tri
Rismaharini, Mantan Wali Kota Surabaya dan Yoyok Riyo Sudibyo, Bupati Batang
periode 2012-2017 menerima penghargaan Bung Hatta Anti-Corupption Award (BHACA)
tahun 2015 dan mendapat julukan sebagai tokoh Teladan Bung Hatta. Mari kita
simak bagaimana sepak terjang kedua tokoh ini di kancah pemerintahan.
![]() |
| Tri Rismaharini |
![]() |
| Yoyok Riyo Sudibyo |
Penerima
penghargaan berikutnya yaitu Yoyok Riyo Sudibyo dulunya menjabat sebagai
tentara kemudian memutuskan untuk berhenti dari tugas kemiliterannya beralih di
dunia perdagangan. Saat dagang jualannya laku cukup keras. Karena ada Pilkada
Batang 2012 masyarakat sekitar menjagokan Yoyok sebagai calon bupati. Yoyok
yang saat itu hanya mengenal ilmu militer dan dagang sempat menolak tawaran
masyarakat. Namun dengan modal nekad ia pun terpilih menjadi Bupati Batang.
Seorang kepala daerah harus memiliki ilmu birokrasi, keuangan, dan legislatif dalam
mengelola pemerintahan.
Nah
beliau belum mempunyai ketiga ilmu itu, akhirnya ia belajar kepada sang guru
yaitu ibu Risma dan bapak Jokowi. Tak segan juga beliau bertanya kepada pegawai
PNS. Pada masa pemerintahannya beliau pernah mengadakan Festival Anggaran. Event
ini digelar untuk memamerkan uang rakyat, artinya masyarakat harus tahu uangnya
digunakan buat apa saja. Jika ada ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran
rakyat bisa langsung menanyakannya.
Pelayanan publikpun dibuat terbuka langsung
untuk masyarakat. Beliau juga meminta seluruh jajaran birokrasi untuk
menandatangani pakta integritas tidak korupsi dengan menggandeng Transparency
Internasional Indonesia, Indonesia Corruption Watch, dan Komisi Pemberantasan
Korupsi agar pemerintahan bersih. Setiap hari Jumat Kliwon bapak Yoyok membuka
rumah dinas selama 24 jam bagi masyarakat. Mereka bisa melaporkan langsung
kepada bapak Yoyok interface permasalahan di lapangan. Semua keluhan warga akan
ditampung dan secepat mungkin ditangani. Kedua pemimpin ini adalah bintangnya
di dunia pemerintahan. Memberikan cahaya positif terhadap masyarakat. Semoga
akan selalu muncul bintang-bintang lain di Indonesia.




Komentar
Posting Komentar