Perjuangan Hidup Mengharukan "Zhang Da Bocah Kecil dari China"
Hallo
sobat muda semua. Mau lanjut review nie disimak ya..Pernah denger nggak kisah
anak kecil yang rela mengorbankan masa kanak-kanaknya semestinya untuk bermain
dan belajar ia gunakan mencari nafkah demi kelangsungan hidup keluarganya?
Pasti sahabat pernah mendengar ya, dari negeri kita sendiri. Tapi kali ini saya
akan ngebahas perjuangan bocah polos yang masih kecil ini dari negeri tetangga
Tirai Bambu. Bener banget di Cina, tepatnya daerah Nanjing, Provinsi Zhejiang ada
bocah kecil dengan usia baru 10 tahun tapi, semangatnya luar biasa sekali. Patut
kita contoh ni sahabat. Zhang Da adalah nama anak itu, dikisahkan bahawa ia
adalah anak tunggal yang masih lengkap memiliki ayah dan ibu. Namun, malang
nasibnya karena kemiskinan yang mendera keluarnganya membuat Zhang Da banyak
mengambil tindakan.Pasalnya,
ia ditinggal pergi oleh ibunya dan harus tinggal bersama ayahnya yang sedang
mengalami sakit cukup serius. Ayahnya difonis dokter menderita kelumpuhan dan
tak berdaya sama sekali. Seorang kepala keluarga yang seharusnya menjadi tulang
punggung keluarga yaitu memberikan nafkah bagi anak isteri, ia hanya sanggup
terbaring lemah di tempat tidur tanpa aktivitas apapun. Zhang Da yang tinggal
berdua dengan ayahnya harus bisa memenuhi segala keperluan rumah seperti
mencari nafkah, mencuci pakaian, memandikan ayahnya, mencari makan mengurus
ayahnya, mengobatinya, dan pekerjaan rumah lainnya. Bocah kecil ini melakukan
sendiri tanpa bantuan orang lain. Selain kegiatan itu semua, yang mebuat kita
salut adalah semangatnya untuk bersekolah masih ada. Zhang Da tidak mau putus
sekolah ia berjanji akan terus menuntut ilmu sampai cita-citanya tercapai.
Walau tidak mudah memang untuk usia semuda Zhang Da yang harus berjalan kaki
cukup jauh melewati hutan kecil untuk sampai ke sekolahnya.
Di tengah perjalanan menuju ke sekolahnya
Zhang Da terkadang merasa lapar, iapun tak segan memakan apa saja yang ada di
hutan, seperti rumput, dedaunan, bahkan jamur-jamur untuk berhemat. Ia amati
betul tumbuhan mana yang layak untuk dimakan karena di hutan banyak tanaman
liar dan jamur yang beracun. Biasanya sepulang sekolah sebagian besar orang tua
membiasakan anak-anaknya untuk makan, bermain sebentar dan tidur. Namun tak
begitu dengan Zhang Da ia harus memikirkan kebutuhan hidup untuknya dan
ayahandanya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti makan,membeli obat untuk
ayahnya, dan buku-buku untuk ia pelajari, Zhang Da bekerja sebagai pemecah
batu. Ya pekerjaan ini ia lakukan sepulang sekolah sambil membawa keranjang di
punggung.
Kegiatan merawat ayahnya harus rutin
dilakukan, untungnya ia paham betul karena tidak adanya biaya untuk membawa
sang ayah ke dokter atau klinik ia membeli obat yang harus diminumkan dan
disuntikan. Ia belajar dari buku untuk cara menyuntik yang benar.Zhang Da
telaten sekali merawat ayahnya secra rutin. Inilah Salah satu sikap terpuji
yang harus diteladani.
Perjuangan Zhang Da didengar oleh pemerintah
China yang sedang menyelenggarakan penghargaan nasional kepada para tokoh-tokoh
inspiratif nasional. Pemenang berjumlah 10 orang dan salah satu diantaranya
adalah Zhang Da. Ia pemenang termuda dari sekian banyak peserta. Saat naik ke
atas panggung Zhang Da menyampaikan alasan mengapa ia rela berkorban padahal
dirinya masih terbilang sangat muda adalah “Hidup harus terus berjalan.
Tidak boleh menyerah, tidak boleh melakukan kejahatan. Harus menjalani hidup
dengan penuh tanggung jawab.”Semua penonton antusias memberikan applaus dengan
ungkapan Zhang Da tersebut. Tak lama setelah itu ucapanpun keluar dari mulutnya
setelah diberikan pertanyaan apa yang ia inginkan dan idam-idamkan dalam hidup
ini, sekolahnya mau dimana, membutuhkan uang berapa untuk biaya hingga kuliah karena
di tempat tersebut dihadiri banyak pejabat, pengusaha, orang-orang terkenal,
jutaan pasang mata melihat dari layar televise,mereka semua dapat membantumu.
Semua yang hadir menanti-nanti jawaban apa
yang akan terlontar dari Zhang Da setelah 15 tahun berjuang seorang diri.
Suasana hening meliputi seisi ruangan itu, “ayolah Zhang Da katakana saja apa
keinginan terbesarmu mumpung dilihat banyak orang dan akan membantumu untuk
mewujudkannya”bujuk si pembawa acara. Lalu apakah keinginan terbesar Zhang Da?
Coba tebak sahabat ada yang tahu, apa ia meminta sejumlah uang, sekolah favorit,
pemenuhan semua kebutuhannya,seorang dokter yang membantu kesembuhan ayahnya,rumah,kendaraan,
dll? Bukan itu semua jawabannya, lalu apa ? Penasaran?Pasti sahabat akan
terenyuh hati juga saat mendengar jawaban Zhang Da. Beberapa kalimat keluar
dari mulutnya “Mama kembalilah, papa udah aku rawat sendiri dan soal makan aku
bisa cari sendiri ma, aku hanya ingin mama kembali ke rumah.”
Seketika itu semua hadirin yang dating meneteskan
air mata mendengar jawaban Zhang Da. Sungguh mengharukan bukan? Ketulusannya
berbakti kepada orangtuanya patut ditiru dan diacungi jempol, ia tak minta
materi atau uang sepeserpun. Permintaannya cukup sederhana meminta mamanya
supaya pulang ke rumah. Padahal jika dilihat penonton yang hadir bisa membantu
mewujudkan keinginannya. Yah itulah segelintir kisah simple yang mengandung
pesan moral dan makna tersendiri. Dalam benak Zhang Da seorang ibu adalah
segalanya, kasih sayang tak ternilai harganya dan tak bisa tergantikan oleh
apapun sedangkan materi bisa dicari sesuai dengan kebutuhannya. Mari sahabat jangan
pernah menyerah seberat apaun ujian dari Allah pasti bisa kita lalui karena setiap
kesulitan ada kemudahan dan pasti ujian itu akan semakin menguatkan kita. Bismillah
Bangkitlah, memberikan usaha semaksimal mungkin kemenanganpun akan mengikuti.


Komentar
Posting Komentar