"Rindu" part 3

Assalamu’alaikum sahabat fillah yang baik hatinya, Apa kabar sahabat semoga selalu dalam lindungan-Nya.  Senantiasa semangat dalam kebaikan dan tetap optimis melangkah perlahan demi terwujudnya impian mulia. 

~ Di sana jualah Engkau bangunkan Istana megah lengkap dengan fasilitas serba ada, dedaunan hijau tumbuh pada pohon-pohon rindang, beserta bunga-bunga  cantik nan semerbak harumnya di hiasi pula kupu-kupu lucu di pinggir sungai besar nan jernih airnya menambah kesejukan tersendiri.  Pastaskah diriku ini berteduh untuk sementara? Atau masih pantaskah pabila diriku ini memohon untuk menetap selamanya ?  Pada-Mu aku berserah pada-Mu aku memohon ampun, dan pertolongan. ~
-Ayu-

"Rindu" part 3
Kedua bola mata Naura mulai terpejam, meninggalkan segala activity duniawi untuk rehat sejenak. Demi menyongsong sang fajar dini hari. Gelap gulita mulai ia rasakan seakan di bawanya ia di alam lain. Perjalanannya dengan ketiga temannya sempat terhenti, belum sempat ia melangkahkan kaki menuju pencapaian yang hakiki. Sontak Naura mulai kebingungan menghadapi fatmorgana bukan lagi bayangan namun seperti reality.
Ayunan langkah kaki Naura menapaki terjalnya jalan dikeheningan dengan tiga temannya mulai dipercepat.
Sudah cukup jauh  perjalanan mereka tempuh, Alhamdulillah semua berjalan lancar. Belum sempat istirahat namun mereka semua tetap semangat melangkah. “Ayo semangat teman !” ucapnya dengan nada agak kelelahan.
Perjalanan panjang itu cukup melelahkan, namun apapun jua mereka harus tetap melewatinya untuk sampai di tempat yang mereka idam-idamkan selama ini.
Tak mudah melalui semua ini, semua harus penuh keyakinan dalam diri. Bukan tak mau mengajak temannya untuk segera berlari, namun ada saja temannya yang engan mendengar ajakan Naura.
Alhasil tragedi yang tak diinginkanpun terjadi di tengah perjalanan mereka.
Mereka mendapati lubang besar berada di dalam tanah, untuk sampai ke tempat tujuan harus segera melewatinya.

Tak tahu apa yang ketiga teman Naura perbuat, tiba-tiba mereka terjebak masuk ke dalam lubang besar itu, Naura segera mengulurkan tangan untuk membantu temannya.
Naura terkejut bukan kepalang saat menengok ke dalam lubang besar itu…
Astagfirullah, yah ada sambaran api di dalamnya, ia mulai kepanikan luar biasa.
Segeralah Naura membantu temannya untuk segera naik ke atas mengeluarkannya dari lubang besar dengan kobaran api di dalamnya.

“Tolong..tolong Naura tolong aku !!!” teriakan temannya.
“Iya bentar-bentar, peganglah tanganku, segera naik ke atas”, ucap Naura.
“Tak bisa Naura ini cukup sulit” sahut temannya lagi
“Hmm sebentar aku akan sedikit menundukkan badan ke dalam lubang besar itu.”
Satu tangan temannya mulai ia gapai, namun seolah temannya seperti mendorongnya ke dalam lubang besar disertai kobaran api.
Naura semakin ketakutan, ia memaksakan diri naik ke atas mengeluarkan temannya, tapi kenapa temannya malah menariknya ikut ke dalam.
Naura sambil berfikir ia tahu temannya ingin ke luar, namun keadaan seolah berbalik ketika Naura berhasil menggapai tangan temannya, Ia kemudian berucap lirih dalam hati ya Allah lindungilah hamba dan teman-teman hamba, Selamatkan kami ya Allah.

Tangannya semakin keras mendesak Naura ikut turun ke dalam, untuk menyelamatkan diri, jalan satu-satunya Naura harus melepaskan walaupun berat bagi dirinya, meninggalkan teman-temannya yang masih berada di dalam lubang besar itu.
Segera ia berlari kencang meninggalkan tempat itu, kebingungan ? Iya pasti karena Naura hanya seorang diri melanjutkan perjalanan panjang yang harus ditempuhnya. Mulai tak ada petunjuk arah sama sekali, Apa yang akan terjadi dengan Naura ? Apakah mungkin Naura akan tersesat?

Yuk sahabat fillah kirim lanjutan cerita Naura part tiga ini ya, apa yang akan terjadi kepada Naura?
Kirim via e-mail ya, ada kado terindah bagi sahabat yang beruntung. Apa itu, pahala dari Allah tyentunya. Hehe...
Peace..peace..langsung aja yukk lanjut ceritanya sahabat…

Dengan nafas terpongah-pongah Naura mencoba bertahan walau aral melintang cukup berat. Sunyi, gelap, sendiri ia rasakan saat itu dan hanya Rahmat Allah yang mampu menolongnya.
Detak jantung berdegup kencang seakan menggoyakkan hatinya. Muncullah sesosok berpakaian putih besar memancarkan cahaya menerangi jalannya dan seakan menuntunnya untuk menemukan jalan yang ia cari. Tak ada pilihan lain Naura segera mengikuti bayangan itu, perlahan tetapi pasti hatinya mulai merasakan ketenangan yang luar biasa yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya di dalam perjalanan-perjalanan lain. 

Sesosok berpakaian putih itu mulai menaiki sebuah tangga, Naurapun mengikutinya terus berharap tak kehilangan bayangannya karena melangkah cukup cepat.
Entah tiba-tiba sesosok berpakaian putih itu memasuki pintu besar di tangga paling atas dan menghilang seketika, Naura ketakutan apa yang sudah terjadi padaku? Aku berada di mana? Tak henti-hentinya Naura berdoa memohon perlindungan pada Allah.

Ketakutannya tak tertahankan dan akhirnya segeralah di buka perlahan kedua kelopak matanya.
Dan hari pun sudah terlalu larut malam, ini hanyalah sebuah mimpi…
Mimpi yang masih terngiang dalam benak Naura saat ini, ya mimpi hanyalah bunga tidur yang datangnya bisa dari Allah pun tak lain dari syaitan juga  Na’udzubillah ketika kita lupa berdoa.
 Mari sama-sama berdoa sebelum tidur jangan lupa cuci kaki tangan, jangan lupa doakan mama papa kita, kayak lagu aja  ya hehe..dan berwudhu. Niatkan karena Allah.

Baiklah sahabat fillah yang di Rahmati oleh Allah sampai di sini dulu ya, kisah Naura. Jemari saya sudah mulai lelah dalam tarian di atas keyboard, mungkin juga sudah terlalu malam, ragaku mulai mendesak memberi sinyal untuk istirahat. Besok pagi harus lebih bersemangat ya dlam kebaikan tentunya!! 
InsyaAllah di lain kesempatan saya sempatkan untuk melanjutkan kisahnya  lagi.
Kritik dan saran saya tunggu dari akhwat fillah...J Afwan bila ada silap. Terima kasih sudah menyempatkan membaca kisah ini. Jazakumullah Khairan Katsiran.

                                                                                                            Wassalamu’alaikum

-Ayu-



Komentar

Postingan populer dari blog ini

~Rindu~ Part 4

‘Hijab’ ~Perjalanan Hijrah Menemukan-Mu ~

Bring out the Beauty Inside