No Khalwat Until Akad

Bismillah,
Dua puluh tiga tahun sudah usiaku kini. Banyak sekali kenangan yang tak mungkin kulupakan.Tak ada sesuatu yang istimewa dariku. Tetapi, aku yakin Allah telah menciptakan semua makhluk dengan sebaik-baiknya. Ada kekurangan dan kelebihan. Oleh karenanya tak ada waktu untuk memikirkan kekurangan yang ada di dalam diri. Mulai belajar menghitung kembali kelebihan dan nikmat yang telah dikaruniakan Allah kepadaku. Pastilah tak ada yang mampu membayar segala nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita.
Sejenak ingin meluangkan beban yang ada di dalam diri. Dengan menulis aku bahagia, dengan bagun pagi lebih awal akupun merasa lebih bahagia, apalagi bisa melawan kantuk di pagi hari dengan rasa syukur terhadap karunia Allah dan terus beraktivitas rasanya sangat bahagia. I feel simple to make happy. What about you friend? every other people not same but maybe anyone else have a choice that make this person happy too. Ya setelah seharian beraktivitas pastilah mengalami kejenuhan. Mencoba untuk mengingat Allah hatikupun akan terasa tenang kembali. Untuku keinginan menjadi seorang penulis memang tidak lahir dari kecil. Dahulu sekedar membaca buku saja aku malas sekali. Entah bayangan apa yang sekarang menghantuiku untuk senang membaca. Yah walau belum begitu sering, tapi hobiku ini sangat mengagetkan diriku sendiri. Menurutku buku adalah sahabat sejatiku. Dia teman yang tak mungkin berbohong. Aku mulai menyukai buku yang memotivasi diri dan mengandung unsur islami. Kebulatan tekad untuk memperbaiki diri memang tidak mudah, ada saja godaan yang terus menghampiri.Tetapi semua harus kita lawan, meyakini bahwa Allah selalu ada buat kita 24 hour. Untuk apa kita bermalas-malas dengan hal-hal yang melenakan. Toh kita juga yang akan memetik hasilnya itu. Jika kita berbuat sebaik mungkin hari ini, balasannya tentulah esok akan menghasilkan sesuatu yang terbaik buat kita. InsyaAllah. Sekarang ini ramailah anak muda yang sudah melupakan syariat agama Islam. Dari mulai perkelahian, penggunaan narkoba, pergaulan bebas, berfoya-foya sampai ibadahpun kadang juga dilalaikan. Naudzubillahi mindzalik, semoga kita semua jauh dari itu semua dan senantiasa diberikan jalan oleh Allah untuk selalu istiqomah di JalanNya Aamiin.
Langsung saja masuk ke tema pembicaraan sesuai dengan judul yang aku buat yaitu No Khalwat Until Akhad. Tentunya ramai dikalangan anak muda sekarang demen yang namanya pacaran. Wow iya, memang di zaman seperti ini anak muda yang tak memiliki pacar mungkin sudah dianggap nggak gaul, nggak laku, kuper, and so on teman2nya itulah hihi. Jangan takut sahabat Kita wajib bangga karena Allah lebih sayang kita, betul apa betul?? Hehe ...

Daripada pacaran banyak mudharatnya lebih baik single bermartabat. Sebagai anak muda mari gunakan waktu sebaik mungkin untuk mendekat kepada Sang Pencipta. Yakinkan diri sahabat bahwa Allah akan memberikan pasangan terbaik untuk kita.
Khalwat artinya berdua-duaan dengan yang bukan mahramnya, atau kalau bahasa anak muda lebih dikenal dengan pacaran, berduaan dengan lawan jenis disuatu tempat, ngobrol diluar koridor antara ikhwan-akhwat via medsos or direct massage yang akhirnya menimbulkan sesuatu yang tak dikehendaki. Sebisa mungkin untuk para akhwat fillah lebih berhati-hati jika ada ikhwan mengirim pesan yang mulanya ada tujuan baik, tapi lama-lama jadi modus. Karena belum lama ini gentar kabar ada ikhwan yang mencari akhwat untuk dinikahi , namun hanya angan saja. Maka lebih protect lagi mari bentengi iman kita.

Hakikatnya jika mencintai seseorang atas sandaran harta, kedudukan, wajah saja, maka bersiaplah menyesali ketika itu semua telah hilang dari pasangan kita. Karena sejatinya cinta yang sesungguhnya bila kita mencintai seseorang atas landasaan ketaatanya atau kecintaannya pada Allah maka benih cinta inipun semakin tumbuh lebih baik dan menghantarkan kedua pasangan ini menjadi pribadi yang semakin baik juga maka akan bahagialah pasangan ini. (read ini tulisan saya kutip saat mendengarkan ceramah Ustadz Erick Yusuf “Syiar & syair Cinta Karena Allah”)
Atau mau nunggu entar-entar aja taat sama Allah nunggu kalo udah tua, eits sadar sahabat ingat masih adakah kita di dunia kelak, umur nggak ada yang tau. Bukankah pemuda-pemudi yang tumbuh dalam ketaatan pada Allah akan disediakan Surga disisiNya. Khususnya untuk saya pribadi juga yang masih sering lalai dan khilaf. Janji Allah pasti dan ini terdapat dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 26:“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.Yang baik dapetnya yang baik juga, pun sebaliknya. Tinggal gimana cara kita menjemputnya, mau pakek cara yang baik tanpa pacaran seperti dalam tuntunan agama atau pakai cara pacaran dulu. Yuk sama-sama memilah yang baik say no to Pacaran. Mari berbenah bersama sahabat menuju No Khalwat Until Akad. Yang pengen dapet motivasi-motivasi dan biar bisa istiqomah sahabat bisa Gabung di komunitas #Indonesia Tanpa Pacaran.
Aku share sedikit cuplikan film pendek Bicara Cinta yang aku liat di youtube. Saat aku play ada kata-kata bagus yang memotivasi:
Pertama Cintai dia karena Allah, maka kita akan mencari apa saja hak dan kewajiban kita sebagai isteri yang dapat membuat Allah semakin cinta pada kita.
Kedua Cintai dia karena dia mencintai Allah, selama dia cinta, taat dan patuh pada Allah maka kita akan terus mencintai-Nya. InsyaAllah cinta kita akan terus bersemi di dunia dan akhirat.
Dan sebagai penutup aku suka kata-kata ini menguatkan para Jofisha hehe…

"Cinta itu anugerah, merasakannya adalah fitrah. Menjaganya adalah ibadah. Karena jatuh cinta adalah mubah, namun menyikapinya bisa menjadi pahala berlimpah, atau malah menjatuhkan kita pada dosa dan musibah. Karena cinta itu anugerah luar biasa, aku memilih memuliakan cinta, menjauhkannya dari cara-cara nista dan meletakkannya sesuai aturan Sang Pencipta."

“Tatkala kita mencintai sesuatu karena Allah,  maka Allah akan menyatukan kita karena kecintaan kita kepada Allah disaat yang tepat, jika memang sudah pantas untuk dipersatukan.”-AYU-

Terima kasih telah meluangkan membaca postinganku ini sahabat semoga bermanfaat khususnya buat aku pribadi dan Semoga menginspirasi sahabat semua...
"Tetap Semangat dalam Kebaikan dan Mewujudkan Impian Mulia."
Yakin Pasti Bisa!! :) :)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

~Rindu~ Part 4

‘Hijab’ ~Perjalanan Hijrah Menemukan-Mu ~

Bring out the Beauty Inside