Lelahku Semoga Berbuah Lillah
Rutinitas
yang menyita banyak waktu akan membuat badan semakin lelah jika tak diimbangi
asupan nutsisi dan makanan seimbang. Ini kisahku yang mungkin dapat diambil
pelajaran buat sahabat-sahabat semua terutama untuku juga. Hari ini aku
sempatkan segera menulis apa yang telah kualami 4 hari yang lalu. Alhamdulillah
saat ini badanku udah mulai pulih dan dapat beraktivitas seperti sediakala. Maka
kuisi hariku ini dengan menuangkannya dalam bentuk tulisan sebagai penghibur
laraku ini.
Sahabat,
waktu kita mendapatkan pelajaran Biologi saat SMP atau SMA pernah kita
mendengar jika tubuh perlu karbohidrat dan gula untuk energy dalam tubuh kita.
Ku akui memang akhir-akhir ini aku jarang sekali minum atau makan yang manis-manis. Aku lebih suka minum air putih banyak ketimbang teh manis. Jarang sekali aku minum yang mengandung gula di dalamnya, hampir tidak pernah. Entah aku udah nggak mau aja kalau liat minuman manis.
Ku akui memang akhir-akhir ini aku jarang sekali minum atau makan yang manis-manis. Aku lebih suka minum air putih banyak ketimbang teh manis. Jarang sekali aku minum yang mengandung gula di dalamnya, hampir tidak pernah. Entah aku udah nggak mau aja kalau liat minuman manis.
Mungkin sudah terbiasa dengan
air putih. Dan terbiasa aku menahan lapar ketika sedang menjalani puasa. Jadi
terasa aneh aja kalau aku minum mengandung gula. Namun, apa yang telah aku lakukan
fatal sekali bagi tubuhku. Aku merasakan badan yang fit justru saat menjalani
puasa Senin-Kamis, namun setelah beberapa minggu aku memutuskan untuk mencoba
puasa Daud. Berat memang karena satu hari puasa satu hari tidak, nah mungkin
kesalahanku, aku sering menggandakan makan malam dengan sahur, jadi ketika
masuk waktu sahur aku hanya minum air putih bahkan kadang tak pernah sahur
seklaipun karena saya berfikir sudah ada cadangan makanan saat makan malam.
Puasa Daud berjalan kuarang lebih satu bulan lamanya aku merasa enjoy aja. Namun, saat berbuka porsi makanku juga sedikit, minum yang manis-manis juga jarang sekali. Karena aku berfikir jika minum air putih saja setiap hari tanpa mengkolaborasikannya dengan minuman manis sudah cukup untuk mendapatkan tubuh yang sehat.
Puasa Daud berjalan kuarang lebih satu bulan lamanya aku merasa enjoy aja. Namun, saat berbuka porsi makanku juga sedikit, minum yang manis-manis juga jarang sekali. Karena aku berfikir jika minum air putih saja setiap hari tanpa mengkolaborasikannya dengan minuman manis sudah cukup untuk mendapatkan tubuh yang sehat.
Ternyata salah besar sahabat, tubuh juga butuh asupan gula. Kejadian
yang sekali seumur hidup tak pernah terjadi dan tak terfikirkan sama sekali
menimpaku.
Tepatnya
di hari Sabtu sore, saat tepat kerjaku di Rumah Sakit sedang diadakan Survey
Verifikasi Akreditasi ke-1 oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit. Saat itu aku
diberi amanah untuk menjadi MC dan pembaca doa.
Pagi hari sebelum
keberangkatanku menuju tempat kerja aku merasa baik-baik saja dengan kondisi
badanku. Aku masih melakukan aktivitas pagi yang biasa kulakukan tiap harinya. Kulangkahkan
kaki keluar dari kamar menuruni tangga menuju dapur. Ternyata kakakku telah
menyiapkan sepotong roti bakar yang sebelumya telah diolesi butter dan taburan
meses cokelat diatasnya. Kuambil sepotong dan perlahan kumakan sebagai
pengganjal perutku pagi itu. Aku juga sempat makan pecel (red Jawa: sayur mayur diberi bumbu kacang) dan sedikit nasi,
beserta lauk tempe. Nikmat sekali pagi itu Alhamdulillah ya Allah aku bersyukur
masih diberikan kesehatan dan nikmat untuk makan pagi.
Jam
sudah menunjukkan pk.07.45 WIB. Aku segera bergegas mengambil kunci motor yang
tergeletak di keranjang dekat TV di ruang tamu. Beat pink yang selalu
menemaniku sudah siap di depan rumah. Cium tangan kedua orang tua yang tak
boleh ketinggalan ketika akan berangkat kerja. Jika ada kakak, budhe, tante
atau keluarga, tetangga salamin juga pamit berangkat kerja.
Kalau tetangga, kita
bisa bedakan mahram, non mahram sahabat. Jangan lupa cium kepala, berikan
sentuhan halus untuk adik-adik kita juga. Beri semangat agar mereka juga
merasakan hari-hari yang penuh keceriaan, perhatian, dan kebahagiaan dari
keluarga. Lambaikan tangan untuk orang-orang tercinta di rumah yang menggiring
kita sampai keluar rumah ketika akan berangkat kerja. Bismillahirahmanirahim.....Bismillahi tawakaltu’alawlahi
lahaula walaquata illabila. InsyaAllah semoga dengan niat kita bekerja demi
keluarga tercinta diberkahi dan diridhoi oleh Allah. Aamiin….
Perjalanan
dari rumahku menuju tempat kerja tidak terlalu jauh, kurang lebih 10 menit sudah
sampai. Acara Akreditasi dimulai pk.08.00 WIB. Dilanjutkan dengan serangkaian
acara lain hingga jam sudah menunjukkan pk.16.00 WIB. Aku merasakan letih saat
itu, tapi hanya butuh istirahat sejenak saja. Kawan-kawanku yang tergabung
dalam Pokja ‘KPS’ juga istirahat bersama di TU. Sebagian pada tiduran,
melihatnya kayaknya enak juga bisa rebahan. Akupun ikut merebahkan badan di
lantai 4x6 sejumlah 4 petak. Saat itulah ”Hepoglikemia” menyerang tubuhku.
Saat
mata mulai terpejam badan lemas terlentang tak berdaya. Kekuatan Allah yang
Maha Kuasa yang sanggup mengembalikannya. Ku coba bertahan namun apadaya ragaku
tak mampu lagi menopangnya. Terpaksa mendorong tubuhku untuk berbaring sejenak.
Dikeramaian kawan yang mencoba membangunkaku, aku tak sadar betapa beratnya
lisan ini untuk berucap, penglihatanku mulai tak jelas, seperti banyak
kunang-kunang hinggap dihadapanku,. Aku mencoba menggerakkan sedikit tubuhku,
bangkit untuk segera duduk, namun berat rasanya. Hanya untuk bergerak saja
terasa berat apalagi untuk berdiri. Lemas, letih kurasakan saat itu, ragaku
berujar istirahatkan sejenak diriku ini, aku mulai lelah. Lirih, pelan dan
pasti, kuresapi betul pintanya. Aku tak tahan lagi untuk mencoba bangkit
berulang, tetap saja tak bisa kulakukan.
Alhasil tabung oksigen besar melalui
selang kecil dialirkan melalui kedua lubang hidungku. Setelah sekian lama
tubuhku tak bereaksi apaun. Ada dokter Yanita disampingku, yang segera
meberikan pertolongan pertama untuk mengembalikan kesadaranku. Ya Allah apa
yang saat ini aku rasakan?? Aku tak sadar ketika kawan-kawanku menepuk badanku
memegang tangan, wajah, meneriaki namaku, tetap saja aku pulas sepertinya,
hampir 30 menit aku telah tak sadarkan diri. Perkiraan kawanku aku hanya tidur
pulas. Mereka tak berani membangunkan karena melihatku sepertinya kecapekan
sekali.
Tetapi, ragaku tak menunjukkan perubahan apapun selama 30 menit ketika kawan yang lain sudah mulai terbangun. Rintihan tangisan juga menghiasi wajah kawan-kawanku yang melihat kejadian itu menimpaku. Panik, bingung, ya Allah maafkan daku yang telah merepotkan kawan-kawanku. Diriku tak merasakan apapun sebelumnya, hanya capek ingin tidur sebentar saja, namun apadaya ragaku sudah terlanjur lemas tak berdaya.
Tetapi, ragaku tak menunjukkan perubahan apapun selama 30 menit ketika kawan yang lain sudah mulai terbangun. Rintihan tangisan juga menghiasi wajah kawan-kawanku yang melihat kejadian itu menimpaku. Panik, bingung, ya Allah maafkan daku yang telah merepotkan kawan-kawanku. Diriku tak merasakan apapun sebelumnya, hanya capek ingin tidur sebentar saja, namun apadaya ragaku sudah terlanjur lemas tak berdaya.
Pucat
pasi wajahku saat itu kata kawanku, dengan kedua kaki yang mulai menggigil dan
menjadi dingin pula. Segera aku dilarikan ke bangsal Pandawa. Agar bisa beristirahat
dengan baik. Tensi meter menunjukkan angka 100/60 mg. Dokter segera memanggil
petugas lab agar mengambil darahku untuk pengecekan GDS. Jarum tajam mulai
menusuk tangan kiriku tepat dilekukan lengan untuk mengambil sampel darah.
Tepat pk.18.30 WIB temanku datang memberi kabar jika aku harus di rawat inap
karena hasil cek laboratorium menunjukkan GDS sangat rendah. Kadar
gula darah di dalam tubuhku sangat rendah, oleh karenanya badanku terasa lemas
sekali.
Aku
menolak untuk rawat inap pada saat itu karena aku takut merepotkan dan
mengagetkan kedua orangtuaku di rumah. Alhamdulillah,
dokter membolehkan aku pulang dengan syarat aku harus minum yang manis-manis.
Perbanyak makan atau minum dengan kadar gula yang tinggi.
23
tahun lamanya aku baru merasakan kejadian yang tak pernah kuduga sama sekali.
Ya Allah semoga bisa kuambil banyak pelajaran dari kejadian ini. Aku bersyukur
kawan-kawanku semua perhatian denganku.
Terima kasih Allah telah mengirimkan
kawan-kawan yang baik dan keluarga yang selalu perhatian kepadaku terutama Ibu,
Bapak, Kakak-kakak dan adik2ku. Lelah dalam menjalankan aktivitas semoga tak
menjadi penghalang bagi kita untuk tetap menjalankan amanah yang telah Allah
limpahkan kepada kita.
Karena dalam firman Allah surat Al-Baqarah (ayat:286) “Allah
tidak akan membebani suatu kaum melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” Semoga
lelahku dan lelahmu menjadi Lillah. Sahabat tetap utamakan sarapan di pagi
hari, makan yang teratur, sesuaikan porsi makan dengan aktivitas kita
sehari-hari, seimbangkan makanan yang kita konsumsi, buah, sayur, susu, lauk
pauk, sangat penting yang itu semua mencangkup empat sehat lima sempurna.
Setelah aku browsing kekurangan gula darah ini disebut juga dengan ‘Hipoglikemia”.
Doakan aku sahabat agar selalu sehat. Semoga sahabat semua selalu diberikan
kesehatan, keselamatan, keberkahan, keimanan oleh Allah. Aamiin.
Sekarang
yukk saatnya makan teratur pola hidup sehat sangat penting. Kelebihan gula juga
tak bagus, pun dengan kekurangan gula juga tak bagus. Semua ada batasannya,
seimbang.
Sekian
sahabat sedikit tulisan yang bisa kubagikan untukmu apa yang baik diambil, ada
kurangnya itu punya saya, kesempurnaan hanya milik Allah. Semoga bermanfaat
bagi sahabat semua, terutama untuk diriku pribadi. Jazakallahu khairan
katsiran. Tetap semangat dalam kebaikan. Demi tercapainya impian mulia. Yakin janji
Allah pasti.
Sahabat
taatmu,
-Ayu-

Komentar
Posting Komentar