Be Positive Thinking untuk Mencapai Resolusi 2018

Assalamu’alaikum sahabat taat gimana kabarnya? Lama aku nggak posting di blog ini , pengennya tiap hari bisa nulis dan ngeshare di sini tapi apa daya godaan masih menjadi musuh terbesar.Hikhikksss.
Di tahun 2018 sahabat pasti mempunyai resolusi yang ingin dicapai di tahun yang Insya Allah penuh keberkahan ini. Walaupun diriku postingnya udah masuk bulan Februari awal, tapi tak apalah belum terlambat untuk memulai sebuah perubahan sahabat. Apa resolusi sahabat? Boleh ditulis dikertas, atau dalam ingatan sahabat untuk segera merealisasikannya. Kubantu mengaminkan resolusi sahabat agar segera tercapai.
Kalau saya pribadi, saya kepengennya bisa segera berkunjung ke Rumah Allah yang Maha Agung yaitu Baitullah. Kalau sahabat gimana, kepengen juga nggak jadi tamunya Allah? Bantu doa ya sahabat, agar kita semua segera bisa berkunjung ke Baitullah. Aamiin...Aamiin..
Back to tema sahabat, Apasih yang sebenarnya menjadi hambatan terbesar dalam diri seorang untuk berubah kearah yang lebih baik. Ada yang tahu? Karena sedang membahas tema tentang resolusi, pasti ada saja hambatan yang datang menghampiri, jalanan yang penuh liku. Namun, sebenarnya hambatan itu datang dari dalam diri sahabat sendiri bukan begitu?
     Yuk kita simak bersama contoh kasus yang bikin resolusi sahabat terhambat dan solusi untuk mengatasinya. Contohnya begini, Ada seorang pemuda anggap saja namanya Abdalah. Abdalah membuat resolusi, di tahun 2018 nanti dia akan sholat tepat waktu dan berjamaah di masjid, membaca Al-Qur’an 1 hari 1 juz, puasa senin-kamis, Shalat Tahajud, Shalat Dhuha dan berinfaq rutin  ini untuk akhiratnya. Dia pampang tulisan besar di dinding kamar supaya terlihat dan terus terbaca.
    Sayup-sayup terdendar suara muadzin melantunkan adzan subuh dengan merdunya dari surau masjid dekat kost-kostan Abdalah Abdalah yang masih terdaftar sebagai mahasiswa akhir di suatu kampus swasta ini sedang getol-getolnya mengerjakan skripsi. Akhir tahun akan sidang, nampaknya dia sering begadang malam demi mengejar Acc dosen pembimbingnya agar segera maju ke ruang sidang. Apadaya suara adzan hanya lewat saja ditelinga Abdalah  tak sedikitpun ia berusaha mengangkat tubuhnya untuk bangun dan segera mengambil air wudhu. 
   Alhasil, hari pertama ia gagal untuk memulai resolusi barunya itu, ia subuh pk.06.00 pagi. Astagfirullah hal’adzim, Abdalah  sangat kecewa sudah melewatkan shalat subuhnya yang penuh keberkahan. Dia tak patah semangat ditanamkan betul dalam hatinya bahwa hari esok harus lebih baik, saya masih punya kesempatan dan harus istiqomah jika bisa melaksanakannya dengan baik, ucapnya dalam hati. Di sholat dzuhurnya dia tak mau ketinggalan lagi momen bertemu Allah di awal waktu. Ketika adzan dzuhur berkumandang dia meninggalkan semua kegiatannya saat di kampus. Sesegera menuju mushola kampus untuk sholat berjamaah. 
     Alhamdulillah, hati tenang ketika menunggu Allah akan segera datang dan bisa segera memenuhi panggilan-Nya, bukan lagi Allah yang nungguin Abdalah , malu dong sama Allah masa’ Allah yang nungguin terus, padahal Allah udah ngasih segalanya buat Abdalah, ucapnya dalam hati. Abdalah kemudian mengambil kalam Allah berniat menyelesaikan 1 juz dalam satu hari itu. 
   Seusai sholat fardhu ia baca 2 lembar, 2 lembar dan dia berhasil. Untuk puasa Abdalah  masih belajar karena godaan dari teman nongkrong dan ajakan untuk memenuhi jamuan makan siang dari temannya sulit untuk dihelak karena sudah terlalu akrab dengan mereka. Tetapi, Abdalah tetap kekeuh menjalankan puasanya, Dia sangat bersemangat untuk mewujudkan keinginannya itu. Tekad bulat Abdalah hanya untuk mengejar Ridha Allah semata dan sebagai bekal amal soleh kelak di Yaumul Akhir.
   Nah untuk urusan dunia, Abdalah tidak ambil pusing, dia berpegang teguh bahwa barang siapa mendahulukan akhiratnya, maka duniapun juga akan mengikuti. Dia tetap membuat resolusi dengan memampang gambar besar, yang di sana terdapat rumah nan sederhana namun nampak bersih nan indah, mobil, ka’bah, dan gambar dirinya membawa Toga sebagai tanda kelulusannya menyelesaikan pendidikan sarjananya. Abdalah menempel sederetan gambar itu besar di dinding ruang tamu agar orang-orang yang bertamu ke rumahnya ikut serta mengaminkan impiannya itu. 
  Jika difikir secara logika amatlah tak mungkin, tetapi Kun Fayakun Jika Allah sudah berkehendak maka terjadilah. Dengan kerja kerasnya menjalani bisnis yang sejak kuliah ia rintis kini satu persatu impiannya mulai terwujud. Itu semua berkat kegigihannya focus pada apa yang telah menjadi impian dan keinginanya. 
  Di samping itu Abdalah adalah seorang yang dermawan dia tak pernah lupa menyisihkan sebagian hasil kerja kerasnya untuk kedua orang tuanya, adik-adik, atau saudaranya yang kurang mampu, dan orang-orang di sekitarnya yang kiranya masih membutuhkan bantuannya. Dia juga rajin meminta doa kepada kedua orang tuanya, sebagai anak dia sadar harus hormat kepada orang tua, tak pernah absen menelepon walau hanya sekedar menanyakan kabar orang tuanya yang tinggal jauh dari dirinya di kampung halaman Abdalah berasal.
  Restu orang tua telah ia dapatkan, sehingga perjalanannya mengejar pendidikan dan bisnispun berjalan dengan lancar. Kini Abdalah tetap focus mendahulukan Sang Pencipta baru kemudian terjun untuk urusan duniawi yang orientasinya juga untuk membantu sesama agar sukses juga. Mungkin kelak Abdalah akan segera berhijrah sambil berbisnis dan berdakwah di lingkungan sekitarnya hingga ke Nusantara bahkan bisa ke Luar Negeri melalui syiarnya. 
Karena pada hakikatnya dunia ini tak akan pernah ada habisnya, memang orang Islam dituntut untuk kaya dengan cara yang Allah Ridhai. Jika kekayaan itu berada di tangan seorang muslim yang kuat dalam artian iman dan tahuid kepada Allah nomor satukan. InsyaAllah kekayaannya bermaslahat bagi umat. 
Dia bangun Masjid dan pondok Tafidz Qur’an, ia dirikan Panti Asuhan dan bagi Kaum Dhuafa, ia dirikan Perusahaan Syariah dan Rumah Sakit yang semua karyawannya beagama Islam dan di dalamnya mendahulukan syariat Islam. Karena harta hakiki adalah harta yang kita pergunakan untuk taat dan ibadah kepada Allah. Dan harta yang akan mengalirkan pahala adalah harta yang kita sedekahkan di jalan Allah.
Itulah sekelumit kisah untuk memotivasi kita semua agar tetap yakin pada Allah dan mendahulukan Allah pada situasi apapun. Orientasi akhirat didahulukan, pun akhirnya orientasi dunia tidak tertinggal ia  pun mengikuti. Pasti sahabat juga pernah mendengar pepatah yang mengatakan “ Genggamlah dunia ditanganmu, jadikan akhirat selalu di hatimu.”
Allah telah menggambari tentang dunia pada firmanNya, antara lain yang artinya,
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
(QS  al Hadid : 20)
Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (Al-Ankabut: 64)
 Ketika kita memutuskan untuk melakukan suatu hal atau perubahan besar dalam hidup kita, memulainya dari hal-hal kecil yang mungkin dianggap sepele.
Jika perubahan kecil berupa kebaikan atau kebiasaan buruk dari dalam diri ingin kita rubah. Kita mulai menanamkan dulu dalam pikiran atau minda bahwa saya harus bisa, saya pasti bisa, dan saya akan segera melaksanakannya. Menanamkan kata-kata positif yang memotivasi diri sangat penting, karena alam bawah sadar akan mempengaruhi tindakan kita kedepan.

Jadi, berfikir positif salah satu kunci untuk meraih resolusi sahabat semua. Tanamkan terus dalam diri, pasti saya akan bahagia kelak, saya sedang dalam proses belajar harus sabar dan ikhlas menjalani semua ini karena saya yakin Allah telah mempersiapkan kejutan yang indah buat saya. Yukk sama-sama belajar mengatur minda atau pikiran kita untuk berfikir demikian sahabat, ucapkan dalam hati atau secara lisan setiap hari. 
Rasakan dampaknya pada sahabat semua, pasti perubahan-perubahan kecil dari settingan minda kearah positif akan berpengaruh besar terhadap kehidupan sahabat semua. Selamat mencoba, dan tetap semangat dalam meraih resolusi 2018 . Semoga segera tercapai segala keinginan sahabat. Tetap semangat dalam kebaikan dan mewujudkan impian mulia.Yakin Janji Allah itu Pasti. J Jazakallahu khairan katsiran, terima kasih telah meluangkan waktu membaca postinganku ini. Afwan jika terdapat banyak silap.
Wassalamu'alaikum
-Ayu-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

~Rindu~ Part 4

‘Hijab’ ~Perjalanan Hijrah Menemukan-Mu ~

Bring out the Beauty Inside