“Hijrah Perjalanan Indah Namun Berliku”~Perjalanan Hijrah Part 2~


Kutinggalkan Pekerjaanku demi Pakaian Syar’iku
Bismillahirahmanirrahim…
Assalamu’alaikum sahabat taat, apa kabar di bulan mulia penuh keberkahan ini? Semoga selalu dalam lindungan Allah dan diberikan keistiqomahan dijalanNya. Akan ku tulis kembali lanjutan kisah hijrahku di sini sahabat.
       Gejolak hati mulai kurasakan saat diputuskannya peraturan di tempat kerjaku tentang dilarangnya menggunakan rok saat bekerja. Peraturan itu mulai terdengar ditelingaku beberapa bulan sebelum kuputuskan untuk resign. Rekan kerjaku juga sudah mewanti-wantiku bahwa akan ditetapkannya peraturan tersebut. Aku tetap santai saja tanpa menghiraukannya, kufikir jika aku tetap memakai rok apa mungkin aku akan segera dikeluarkan. Itulah alasan mengapa aku tetap kukuh memakai rok walaupun aturan sudah di beritahukan melalui kepala unitku.
         Sehari selang diberitahukan peraturan itu aku berangkat tetap memakai rok seperti biasa, taka da teguran apapun dan aku lega sekali. Namun, di hari kedua aku ketahuan oleh kepala unit kepegawaian, aku diberi teguran untuk segera memakai celana panjang. Namun, aku tetap mengelak aku tetap kukueh dengan rokku. Ternyata, teguran itu sampai kepada kepala unitku.
Kemudian, aku dipanggil untuk mengahadap dan diberitahu agar segera memakai celana saat kerja. Aku hanya mengangguk pelan, tetapi sebenarnya hatiku berteriak meronta.
          Ya Allah ada apa ini, seperti inikah aku harus mengganti rok dengan celana hanya demi jabatan dan uang. Aku menangis menghadap Rabbku mengadukan segala yang kualami saat itu, untuk bisa seperti sekarang saja harus melewati masa-masa panjang yang penuh perjuangan. Ampuni aku ya Allah jika aku harus menanggalkan rokku ini.
          Hari kedua aku datang dengan memakai rangkapan celana longgar dibalut rok di luarnya. Aku tetap menggunakan rok di hari kedua setelah teguran beberapa kali tertuju padaku. Alhasil, akupun dipanggil lagi oleh kepala unitku agar aku membuat surat pernyataan. Subhanallah, apalagi ini ya Rabb, aku menahan tangis saat menulis surat pernyataan itu. Pena mulai kugerakkan di atas kertas putih berukuran folio bergaris. Ku coba menahan agar tidak mengeluarkan air mata saat menuliskannya, surat pernyataan itu berisi bahwa saya harus minta maaf atas pelanggaran peraturan dan kesalahan saya beberapa kali tetap menggunkan rok saat bekerja dan berjanji akan memakai celana saat bekerja nanti.
      Ya Allah sungguh imanku diuji saat itu, aku mulai merasakan ketidaktenangan dihati. Di hari berikutnya, aku sudah harus patuh terhadap aturan dan pernyataan yang sudah kubuat. Aku memilih celana longgar kulot saat kerja. Saat berangkat aku tetap memakai rok kemudian di tempat kerja aku lepas rok tersebut dan menggantinya dengan celana.
Rekan-rekanku menatap tajam perubahanku, tak jarang lontaran pertanyaan dan sindiran mulai datang,  mba Ayu pakai celana sekarang? Wah..Ayu iman kamu nggak kuat ya,,yang sabar ya Yuk, dan masih banyak lagi. Aku hanya terdiam dan kujawab seperlunya saja sambil malu ketika jalan kurapatkan betul setiap langkahan kakiku, dan rekanku aneh melihatku “jalannya biasa aja nggak usah seperti itu” lontarannya kepadaku. “Tapi gimana lagi kalau udah terbiasa pakai rok, tiba-tiba disuruh pakai celana di tempat umum kayak gini, agak kekuk mbak”, jawabku lirih.
Aku terus minta ampun, keistiqomahan dan minta diberikan jalan keluar dari Allah. Ku sandarkan betul keluhan dan kebimbangan yang melandaku saat itu. Aku menangis lagi di setiap detik teringat celana yang kupakai saat berdoa kepada-Nya.
        Dua bulan sudah aku memakai celana saat bekerja,dan aku segera mengambil keputusan. Saat hati nurani tak selaras dengan keadaan, ku coba segera mendekat kepadaNya dan Allah lah tempat mengadu terbaik dari segala persoalan yang ada. Hati kecilku berkata ini tidak bisa berlanjut terus. Akhirnya di awal Maret 2018 aku ajukan surat pengunduran diri dari tempat kerjaku. Sesegera aku resign dari situ. Mendadak, ya memang betul, walaupun aku belum punya pekerjaan tetap pengganti di tempat lain.
       Selang sehari kepergianku dari tempat kerja. Pesan WA berdatangan silih-berganti dari rekan-rekan kerjaku, menanyakan tentang kepergianku dari tempat kerja yang mendadak ini. Kenapa mba Ayu resign? Aku kehilangan mba Ayu? Siapa yang memberi pencerahan dan mendoakanku lagi kalo ngga ada mba Ayu? Mba Ayu apa nggak ada temen, ada kita di sini mba? Dan masih banyak lagi, mungkin ini belum rezeki saya untuk kerja di situ mba, jawabku kepada mereka.
Allah memang baik banget ketika kita jauh dariNya, Allah selalu punya cara dan menarik-narik kita supaya tetap berada di jalan yang Lurus.
        Dan aku percaya akjan janji Allah jika kita meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah pasti akan ganti dengan yang lebih baik. Ini pun terbukti, selang seminggu resign saya belum ada kerjaan lagi hanya freelance di rumah, dan saya berniat mencari loker. Ada salah satu bimbel berbasic Islami di daerah saya. Saya mencoba memasukkan lamaran di situ. Setelah beberapa hari saya kemudian dipanggil untuk test tertulis dan wawancara. Alhamdulillah, lanjut ke tahap 2 test praktik tentor atau mengajar kebetulan saya memilih mengajar mapel bhs.Inggris dan Matematika. 
     Dan Alhamdulillah saya bisa langsung mengajar di hari berikutnya. Sebelumnya saya tanda tangan kontrak dan di peraturannya tertulis untuk perempuan wajib menggunakan rok dan pakaian panjang sopan, berhijab, dilarang pacaran antara ikhwan dan akhwat, ada kajian khusus ikhwan sendiri dan akhwat sendiri. Masya Allah belum genap dua minggu saya mencari kerja, Allah telah memberikan ganti kepada saya dan memberikan jawaban atas segala permintaan hambaNya serta menggantikan lagi yang lebih berkah InsyaAllah. Tawaran mengajar les private mengaji dan mapel lain juga berdatangan kepada saya. Sembari mengisi waktu luang saya manfaatkan betul pengalaman mengajar saya kali ini.
       Terima kasih Allah Engkau adalah Dzat Maha Pemberi Rezeqi dan Maha Mengetahui segala isi hati hambaNya. Alhamdulillah bertambah lagi keyakinan saya kepada Allah. Segala nikmat dan Karunia Allah harus kita syukuri entah itu sedikit atau banyak tetap harus kita syukuri karena kita tidak tahu nikmat mana yang membawa kita untuk terus taat kepada Nya.
 Bisa jadi Allah memberikan rezeqi sesuai kebutuhan tetapi ketaatan kita kepadaNya semakin menguat itu lebih baik, daripada diberi rezeqi banyak melimpah tapi menjadikan kita lalai dalam mengingatNya. Na’udzubillahimindzalik. Tetapi tetap berusaha mendapatkan rezeki yang halal, berkah, dan lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan keluarga juga dianjurkan apalagi bisa membawa kepada ketaatan menjadikan si pemilik lebih rajin bersedekah dan membantu saudara yang kurang berkecukupan. 
      Segala yang datang dari Allah akan kembali kepada Allah. Ayok sahabat tetap istiqomahlah dijalanNya. Sayapun juga masih berproses dan belajar untuk bisa istiqomah. Jika kita istiqomah maka kita akan menemui hadiah dan keajaiban terindah dari Allah. Tetap besabarlah karena Allah sudah mengaturnya, tinggal kita jalani dengan penuh keyakinan. Jazakumullahu kahiran katsiran sahabat, terima kasih telah meluangkan waktu membaca tulisanku ini. Ada baiknya diambil ada salahnya buang jauh-jauh. Afwan atas segala khilaf. Tetap semangat dalam kebaikan, menjemput rezeki yang berkah dan barokah. Demi terwujudnya impian mulia.J  “Iman bertambah dengan ketaatan di tempat baik bersama orang-orang baik, begitu pulang di tempat yang tidak baik, acara tidak baik, orang-orang yang tidak baik maka iman down lagi. Maka berkumpul dengan orang-orang baik akan menambah kemimanan kita lagi.”
Wassalamu’alaikum…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

~Rindu~ Part 4

‘Hijab’ ~Perjalanan Hijrah Menemukan-Mu ~

Bring out the Beauty Inside